No Comment

Planet Wisata - 9 Tempat Wisata di Gunung Bromo dan Sekitarnya Yang Wajib Dikunjungi

Planet Wisata - 9 Tempat Wisata di Gunung Bromo dan Sekitarnya Yang Wajib Dikunjungi
 Wisata Gunung Bromo Jawa Timur adalah salah satu tempat wisata di Indonesia yang menjadi favorit bagi wisatawan baik dalam negri maupun dari luar negri. Tidak hanya pemandangan matahari terbitnya saja yang menjadi daya tari utama gunung Bromo, namun ada banyak seklai tempat wisata di sekitar Bromo yang jarang di explore oleh wisatawan. Uniknya, beragam tempat wisata ini untuk mengunjunginya membutuhkan kendaraan tipe 4 wd yaitu land cruiser, hartop atau jeep toyota.
No Comment

Planet Wisata - Wisata Jawa Timur, Pulau Sempu


Kecil namun menarik, menantang, dan menyimpan pesona luar biasa merupakan deskripsi yang cocok untuk Pulau Sempu, sebuah pulau kecil di Jawa Timur. Terletak di kabupaten Malang Selatan, Pulau Sempu menjadi daya tarik bagi para wisatawan terutama karena keindahan laguna di tengahnya, yakni Segara Anakan.

Pulau Sempu yang terletak di Desa Tambak Rejo ini merupakan lokasi yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur. Difungsikan sebagai cagar alam, pulau tak berpenduduk ini dihuni oleh bermacam-macam flora dan fauna khas hutan tropis seperti babi hutan dan kancil. Untuk mencapai pulau ini, Anda dapat bertolak dari Pantai Sendang Biru menggunakan perahu dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju atraksi utamanya, Segara Anakan, kombinasi cantik air biru yang tenang dan pasir putih seluas empat hektar.

Planet Wisata - Wisata Jawa Timur, Pulau Sempu


Sekilas Mengenai Pulau Sempu


Pulau Sempu sebenarnya adalah sebuah cagar alam yang sudah ada sejak zaman pemerintahan Belanda dan diresmikan pada tanggal 15 Maret 1928. Untuk memasuki tempat wisata ini, wisatawan harus meminta izin kepada balai konservasi sumber daya alam.

Mencapai Pulau Sempu


Berangkat dari kota Malang, perjalanan akan memakan waktu sekitar dua jam sampai Anda tiba di Pantai Sendang Biru yang merupakan titik tolak ke Pulau Sempu. Ketika sampai di pantai ini, Anda harus melapor ke Resort Konservasi Wilayah Pulau Sempu dan membawa surat izin masuk kawasan konservasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam di sana agar dapat memasuki kawasan Pulau Sempu. Disarankan untuk mencapai pantai ini di pagi hari karena perjalanan menuju atraksi utama di pulau tersebut akan cukup memakan waktu.

Setelahnya, Anda bisa menyewa perahu nelayan dengan kapasitas maksimal 10 orang. Tarif yang ditetapkan adalah sekitar 150.000 Rupiah. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai Pulau Sempu. Jangan lupa juga untuk meminta nomor ponsel sang nelayan untuk minta dijemput setelah anda puas bermain.

Mengeksplorasi Pulau Sempu


Setibanya di Pulau Sempu, yakni di Teluk Semut, Anda dapat segera bertolak menuju Segara Anakan dengan trekking selama dua setengah jam menembus hutan. Medan perjalanan cukup berat karena curam di beberapa lokasi, selain itu ketika musim hujan tanah menjadi becek dan licin. Anda dapat merencanakan perjalanan pada musim kering seperti bulan Juli dan Agustus untuk menghindari jalanan yang berlumpur. Jangan lupa membawa bekal makanan dan minuman yang cukup, karena tidak ada sumber air tawar di tempat wisata ini.

Selama perjalanan anda akan ditemani oleh seorang pemandu dari Badan Konservasi. Tidak boleh ada pengunjung yang memasuki kawasan ini tanpa pendamping dikarenakan adanya binatang liar yang masih menghuni Pulau Sempu, seperti babi hutan, jaguar, dan macan.

Selain jalur trekking yang biasa dilalui, ada juga jalur yang lebih sulit. Jalur ini biasanya diapakai oleh para pencinta alam yang ingin menjelajahi keindahan alam Pulau Sempu lebih jauh. Jalur yang lebih panjang ini bermula dari Pantai Waru-Waru – Telaga Lele – Telaga Sat – Pantai Kura-Kura – Pantai Pasir Panjang – Pantai Kembar 1 – Pantai Kembar 2 – Segara Anakan. Medan yang berat dengan melewati vegetasi yang rapat, jalur yang curam serta masih cukup liar dan perjalanan yang sangat jauh ini dapat memakan waktu hingga dua hari untuk mencapai laguna Segara Anakan.

Segara Anakan


Memasuki Segara Anakan, pandangan Anda akan dibanjiri beningnya air yang menghampar, dengan pasir putih dan karang-karang yang mengelilingi, membuat laguna ini terlihat seperti pantai pribadi yang dapat Anda nikmati bersama sahabat dan keluarga Anda. Anda dapat dengan santai berenang di air yang tenang ini.

Anda pun dapat melewatkan satu-dua malam di pantai ini di bawah naungan bintang. Persiapkan tenda dan bekal makanan serta air mineral yang cukup untuk menikmati ketenangan dan keindahan Segara Anakan dengan nyaman.

Akomodasi
Jika Anda memutuskan untuk bermalam di Pulau Sempu di menit-menit terakhir, anda dapat menyewa tenda untuk camping dari kawasan Pantai Sendang Biru dengan tarif sekitar 50 ribu setiap malam.

Kuliner
Ada banyak warung makan di kawasan Pantai Sendang Biru. Namun, jika Anda ingin menikmati masakan khas daerah ini seperti ikan bakar sekembali dari Pulau Sempu, sebaiknya Anda memesan terlebih dahulu sebelum berangkat.

Tips Wisata ke Pulau Sempu


Musim paling ideal untuk melakukan perjalanan adalah di musim kering karena tanah di trek menuju Segara Anakan tidak mudah kering setelah hujan, meski hujan turun beberapa hari sebelumnya. Apabila Anda berkunjung saat musim hujan, bersiaplah menggunakan sepatu agar memudahkan perjalanan wisata Anda apabila jalanan berlumpur.

Disarankan pula untuk memakai pakaian lengkap tertutup jika Anda akan melewati jalur yang lebih panjang, karena medan yang dilalui masih cukup berat. Untuk keberangkatan dari Teluk Semut langsung menuju Segara Anakan, ada kemungkinan juga Anda dapat tergores tanaman ketika melalui trek, jadi berpakaianlah senyaman mungkin dan pastikan untuk membawa beberapa plester luka sebagai antisipasi.

Berikut adalah  Wisata Jawa Timur, Pulau Sempu - Selamat Berwisata.
No Comment

Planet Wisata - Wisata Jawa Timur, Gunung Bromo


Berdiri kokoh setinggi 2.329 meter di atas permukaan laut, Gunung Bromo menyimpan keindahan alam yang sayang untuk Anda lewatkan. Gunung berapi yang masih aktif ini secara administratif berada di empat wilayah kabupaten di Jawa Timur, antara lain Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang dan Probolinggo. Hal ini memudahkan wisatawan untuk datang dari arah mana saja.

Planet Wisata - Wisata Jawa Timur, Gunung Bromo


Gunung yang namanya berasal dari nama dewa dalam ajaran agama Hindu, Dewa Brahma, ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan telah menjadi tempat wisata paling terkenal di provinsi Jawa Timur. Taman nasional seluas 800 km persegi ini melingkupi kawasan Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

Apa saja yang bisa dilakukan di Gunung Bromo?


Gunung ini terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya yang indah. Untuk bisa menyaksikan fenomena ini, Anda harus naik ke Puncak Penanjakan yang merupakan lokasi terbaik untuk dapat melihat matahari terbit.

Katakan pada pemilik penginapan pada malam sebelumnya bahwa Anda ingin menyaksikan matahari terbit. Keesokan harinya sekitar jam 2 dini hari, Anda akan dibangunkan untuk persiapan mendaki. Rasa lelah karena mendaki akan terbayar lunas dengan pemandangan matahari terbit yang luar biasa. Saat matahari perlahan merangkak naik, susasana akan sangat tenang dan hanya terdengar bunyi jepretan kamera wisatawan.


Gunung Bromo memiliki kawah dengan panjang diameter sekitar 800 meter dari utara ke selatan dan 600 meter dari barat ke timur. Dengan kandungan belerang yang ada di kawah, tak mengherankan jika bau belerang cukup tajam tercium saat Anda berada berdiri di tepiannya. Untuk dapat menikmati keindahan kawah ini, Anda harus menaiki 250 anak tangga terlebih dahulu. Jika ini terdengar melelahkan, tersedia kuda-kuda milik warga sekitar yang bisa Anda sewa.

Suhu udara di Gunung Bromo berkisar antara 3-20 derajat Celcius, bahkan bisa mencapai suhu minus 0 derajat Celcius. Untuk itu, siapkan pakaian hangat, sarung tangan, syal dan penutup kepala. Jika Anda lupa membawa perlengakapan tersebut, tak usah khawatir karena Anda bisa menemukan pedagang di sekitar lokasi.

Apa yang menarik dari Gunung Bromo


Jika Anda belum menemukan alasan yang kuat untuk mengunjungi Gunung Bromo, maka silakan simak beberapa hal menarik seputar gunung ini terlebih dahulu.

Suku Tengger

Suku Tengger merupakan suku asli yang mendiami daerah sekitar Gunung Bromo. Suku ini identik dengan penampilannya yang suka mengikat kain sarung di leher atau menggantungkannya di pundak. Suku Tengger sebagian besar menganut Hindu.

Nama Tengger berasal dari nama pasangan Roro Anteng dan Joko Seger yang merupakan nenek moyang atau leluhur yang pertama kali mendirikan pemukiman di sini. Disebutkan pula bahwa suku Tengger merupakan keturunan dari masa kerajaan Majapahit. Dikarenakan kondisi kerajaan pada saat itu semakin terdesak oleh pengaruh Islam, penduduk berlarian ke Gunung Bromo dan ke Bali. Hal inilah yang membuat keduanya memiliki kepercayaan yang sama.

Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo


Upacara ini merupakan bagian dari tradisi Suku Tengger. Kasodo biasa dilaksanakan pada hari ke-14 di bulan kesepuluh penanggalan Jawa Hindu Tengger. Upacara di mulai dari Pura Luhur Poten yang berada di kaki Gunung Bromo. Selanjutnya, suku Tengger akan berjalan menuju kawah untuk melemparkan sesaji yang terlah disiapkan. Sesaji umumnya berupa hasil pertanian dan perkebunan juga ayam yang masih hidup.

Asal dari upacara ini tak lepas dari kisah Joko Seger dan Roro Anteng. Pasangan ini telah lama menikah dan belum dikaruniai anak. Setelah memohon pada dewa, akhirnya Roro Anteng bisa mengandung, namun dengan syarat bahwa anak bungsu harus dikorbankan dengan cara melemparkannya ke kawah sebagai persembahan.

Singkat cerita, pasangan Joko Seger dan Roro Anteng memiliki 25 anak. Karena nalurinya sebagai orang tua, keduanya menolak mengorbankan anak bungsunya. Sampai kemudian dewa marah dan membuat jilatan api besar keluar dari kawah. Penduduk berlarian menyelamatkan diri, namun anak bungsu pasangan ini tak dapat ditemukan.

Setelah menghilangnya sang anak, tiba-tiba terdengar suara ghaib yang mengatakan bahwa setiap tahunnya suku Tengger harus melaksanakan upacara persembahan di kawah Gunung Bromo. Hal inilah yang menjadi asal mula Upacara Kasodo.

Pasir Berbisik


Pasir Berbisik merupakan lautan pasir yang berada di atas ketinggian. Lautan pasir ini terbentang 10 km dan berada tak jauh dari tangga menuju kawah Gunung Bromo. Penduduk setempat menyebutnya sebagai Segara Wedi. Nama Pasir Berbisik adalah nama yang diberikan karena tempat ini pernah menjadi lokasi syuting film dengan judul yang sama. Selain itu, saat angin berhembus, pasir akan berterbangan dan menimbulkan bunyi lirih seperti suara orang yang sedang berbisik.

Untuk dapat menikmati keindahan Pasir Berbisik ini, Anda bisa berjalan kaki menyusuri butiran pasirnya atau dengan menyewa kuda yang telah siap sekitar lokasi. Jangan lupa memakai masker penutup mulut dan kacamata lebar. Hal ini dikarenakan pasir yang berterbangan tertiup angin bisa mengganggu kenyamanan Anda.

Bukit Teletubbies


Anda pernah mendengar kata Teletubbies? Mungkin pikiran Anda langsung tertuju pada serial televisi anak ini pernah sangat populer di Indonesia. Di setiap tayangannya, terdapat adegan yang mengambil lokasi di sebuah perbukitan hijau dan indah. Bukit itulah yang menginspirasi pemberian nama pada perbukitan yang berada tak jauh dari Gunung Bromo ini.

Bukit Teletubbies sebenarnya merupakan padang rumput dan perbukitan berada di sebelah selatan dari Gunung Bromo. Bentuknya yang menyerupai sebuah kubah raksasa akan mengingatkan Anda pada serial Teletubbies.

Bagaimana? Apakah sudah menemukan alasan untuk berkunjung ke tempat wisata ini? Ingat, jelajahi keindahan negeri sendiri dan lihatlah, Indonesia tak kalah menarik dibanding negara lain.

Berikut adalah  Wisata Jawa Timur, Gunung Bromo - Selamat Berwisata.
No Comment

Planet Wisata - Wisata Jawa Timur, Kawah Ijen


Selalu ada keindahan luar biasa yang ditawarkan alam Indonesia, salah satunya adalah adanya Kawah Ijen. Kawah Ijen merupakan sebuah tempat wisata alam di Pulau Jawa yang banyak dikunjungi.

Planet Wisata - Wisata Jawa Timur, Kawah Ijen


Tempat wisata ini merupakan bagian dari Cagar Alam Wisata Ijen. Secara administratif, Kawah Ijen berada dalam dua wilayah kabupaten yaitu Banyuwangi dan Bondowoso. Kawah Ijen berada di atas ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut dan merupakan bagian dari Gunung Ijen, salah satu gunung berapi yang masih aktif di Pulau Jawa.

Kawah dengan luas 20 km persegi ini dikelilingi oleh dinding kaldera setinggi 300-500 meter. Selain itu, kandungan asam yang ada pada kawah mendekati angka nol dengan suhu mencapai 200 derajat Celcius yang berarti air kawah cukup untuk meleburkan pakaian bahkan tubuh manusia dalam waktu singkat.


Namun, tenang saja. Selama Anda masih berada dalam jarak yang aman, Kawah Ijen tidak berbahaya. Hanya saja, karena kandungan belerangnya yang sangat tinggi, Anda diwajibkan memakai masker untuk kenyamanan saat bernapas. Suhu udara di sekitar tempat wisata ini bisa mencapai angka 2 derajat Celcius, untuk itu jangan lupa membawa pakaian hangat dan tebal.

Di bagian barat kawah terdapat sebuah bendungan atau dam yang dibuat pada zaman Belanda untuk menghindari meluapnya air kawah. Bendungan yang sudah tidak difungsikan ini terbuat dari beton dan bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata di Kawah Ijen, namun jalan untuk menuju ke sana sulit untuk dilewati.


Untuk bisa menikmati keindahan Kawah Ijen, Anda bisa berangkat dari Banyuwangi maupun Bondowoso menuju ke Paltuding, pos akhir di tempat wisata ini. Dari Paltuding, Anda harus mendaki selama kurang lebih 2 jam untuk sampai ke atas kaldera yang merupakan lokasi terdekat untuk menyaksikan Kawah Ijen. Dari sini, Anda bisa melihat lautan kawah berwarna hijau toska dengan asap yang mengepul. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.

Jika ingin mendapatkan pemandangan terbaik dari Kawah Ijen, sebaiknya Anda mulai berangkat mendaki dari Paltuding sekitar jam 4 subuh dengan perkiraan sampai di atas pada pukul 6-7 pagi. Pada jam ini, Kawah Ijen berada dalam kondisi terbaiknya dan menghasilkan pemandangan yang terindah.


Bagaimana bisa berangkat mendaki sepagi itu? Tenang, di sekitar pos Paltuding terdapat penginapan sederhana yang dikelola oleh Dinas Kehutanan setempat. Menjelang subuh, Anda akan dibangunkan untuk persiapan mendaki. Jika tak ingin bermalam di penginapan, Anda bisa mendirikan tenda untuk berkemah bersama teman-teman di pos ini. Jangan lupa untuk mengurus izin berkemah, ya. Sepanjang perjalanan mendaki, Anda bisa menikmati pemandangan sekitar yang tak kalah indahnya.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke tempat wisata di Jawa Timur ini adalah pada musim kemarau, yaitu antara bulan Juli – September. Pada bulan-bulan ini, cenderung tidak terjadi hujan sehingga medan atau jalan pendakian relatif aman dan Anda bisa menikmati Kawah Ijen tanpa terguyur hujan atau tertutup kabut tebal.

Apa hal menarik lain dari Kawah Ijen?

Api biru


Jika ingin menyaksikan keindahan yang lebih luar biasa, cobalah mendaki pada dini hari. Kawah Ijen menyimpan sebuah keajaiban lain, di bagian bawah kawah terdapat blue fire atau api biru yang menjadi keunikan lain dari tempat wisata ini. Api biru ini berasal dari cairan belerang yang nantinya mengering dan menjadi bahan tambang warga setempat. Api biru hanya bisa dilihat saat suasana sekitar masih gelap.

Salah satu dari dua lokasi penambangan belerang tradisional di Indonesia

Di Indonesia, hanya terdapat dua lokasi penambangan belerang tradisional yaitu di Welirang dan di Kawah Ijen. Proses penambangan di sini masih sangat sederhana dan tidak menggunakan alat canggih. Penambang akan turun mendekati kawah untuk mengambil batangan belerang yang telah mengering dengan alat sederhana dan tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai.


Bongkahan belerang yang telah membeku dipotong dengan menggunakan linggis untuk kemudian diangkut menggunakan keranjang yang dipikul di pundak. Berat beban yang pikul penambang bisa mencapai 80-100 kg dan mereka harus membawanya berjalan sejauh 3 km ke tempat pengumpulan belerang. Karena alasan keselamatan, setiap penambang hanya diperbolehkan mengangkut maksimal dua kali sehari.

Belerang akan dikumpulkan di sebuah bangunan tua peninggalan Belanda yang disebut dengan Pos Bundar. Setiap keranjang masing-masing penambang akan ditimbang dan ditukar dengan uang sesuai berat belerang.

Penambang ini akan banyak Anda jumpai saat berada di sekitar tempat wisata. Jangan sungkan untuk menyapa mereka atau sekadar bertanya mengenai proses penambangan belerang. Meskipun terlihat lelah dan sibuk dengan kegiatannya, para penambang biasa menyambut dengan baik sapaan dan pertanyaan para wisatawan.

Suvenir khas Kawah Ijen


Mengunjungi sebuah tempat wisata, tak lengkap rasanya jika tak membeli suvenir khasnya. Apa yang bisa didapat dari Kawah Ijen? Kawah Ijen tak hanya dikenal sebagai tempat wisata, kawah ini juga populer sebagai lokasi tambang belerangnya.

Di Kawah Ijen, tepatnya di pos Paltuding, terdapat beberapa warung sederhana yang menjual makanan pada para penambang, namun tak jarang banyak wisatawan yang mampir dan menikmati minuman dan makanan hangat di sini.

Salah satu pemilik warung ini adalah Pak Im yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata di Kawah Ijen. Yang menarik, warung Pak Im juga menjual suvenir khas Kawah Ijen. Suvenir ini terbuat dari bambu dan berbentuk menyerupai keranjang kecil semacam miniatur keranjang para penambang belerang. Keranjang kecil ini kemudian diisi dengan serpihan kecil belerang berwarna kuning. Selain di warung Pak Im, Anda juga bisa menemukan suvenir ini di Pos Bundar.

Agrowisata kopi

Jika berangkat dari Bondowoso, Anda akan melewati area perkebunan kopi arabica. Tak ada salahnya mampir dan mencoba pengalaman agrowisata di sini. Anda bisa berkeliling perkebunan dan melihat proses pemetikan sampai pengolahannya agar menghasilkan kopi dengan cita rasa terbaik.

Berikut adalah  Wisata Jawa Timur, Kawah Ijen - Selamat Berwisata.

Label

indonesia tempat wisata planet wisata liburan wisata bandung kuliner pantai jakarta yogyakarta bali dunia Sumatera Utara jawa oleh oleh Aceh Malaysia Bogor lombok malang pulau Jawa Timur Kepulauan Seribu Manado Medan Thailand banten Australia Batam Japan Semarang pulau jawa Ambon Balipapan Banjarmasin Bengkulu Bromo Cirebon Korea Selatan Lembang Papua Pontianak Pulau Komodo Sumatera Waterboom banyuwangi batu raden blitar bukit lombok jawa barat jepara pacitan pemandian pemandian air panas surabaya tips Bekasi Bishop Rock Candi Borobudur Candi Prambanan Ciseeng Danau Kelimutu Danau Singkarak Danau Toba Finlandia Flores Garut Gunung Gunung Bromo Inggris Istana Air Taman Sari Italy Jambi Jember Johor Bahru Kawah Ijen Kolam Air Panas Kota Langsa Makassar Malassar Malioboro Mekarsari NTT Nusa Tenggara Timur Padang Palembang Pantai Pandawa Pantai Parangtritis Penang Peru Pulau Pari Pulau Sempu Pulau Tidung Puncak Roma Samarinda Sukabumi Sulawesi Utara Sumatera Barat Taman Mini Indonesia Indah Tanah Lot Tangerang Vietnam Viraha Buddhagaya Watugong bali barat baluran baturraden bukit ciater ciwidey eropa green canyon gunung sitoli hotel hotel bandara jakarta timur jakarta utara jawa tengah kalimantan barat kota binjai kota bitung kota lhokseumawe kota sabang kota subulussalam kota tua labuan bajo libura mahameru maribaya museum angkut pantai anyer pantai carita pantai kartini pantai kuta pantai pacitan pantai papuma pantai perawan pantai pulau merah pantai senggigi pantai siung pantao drini pemandian air panas ciater pematang siantar pulau bali pulau menjangan pulau pramuka pulau seribu ranu kumbolo singapura solo sulawesi tenggara taman taman nasional taman nasional baluran tanjung benoa tebing tinggi tegal tempat hiburan travel
Diberdayakan oleh Blogger.